Batam – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menargetkan penambahan 10.000 sambungan rumah (SR) jaringan gas (jargas) baru di Batam pada 2026, sebagai bagian dari pilot project nasional pengembangan jargas rumah tangga.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan Batam dipilih sebagai lokasi uji coba yang akan direplikasi ke kota-kota lain jika berhasil.
“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah. Kita coba dulu di satu kota (Batam) sambil kita review,” ujar Dony, Rabu (28/1/2026).
Hingga akhir Desember 2025, tercatat 8.829 pelanggan jargas di Batam. Perluasan 2026 akan menyasar tiga wilayah utama: Kecamatan Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota, dengan pengerjaan fisik dimulai Maret 2026 secara bertahap.
Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham menjelaskan ekspansi dilakukan secara terukur dan akan dilanjutkan ke kota lain setelah implementasi di Batam dievaluasi.
“Setelah implementasi di Batam berjalan dan dievaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, serta kebutuhan pasar,” jelas Aldi.
Pengembangan jargas ini merupakan bagian dari rencana belanja modal (capex) PGN 2026 yang mencapai US$353 juta. Sekitar 62% dari dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat sektor midstream, downstream, dan sektor pendukung.
Langkah ini sejalan dengan mandat Danantara agar PGN fokus pada bisnis sektor midstream dan downstream gas guna memperluas layanan gas bumi sebagai bagian dari strategi transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan energi impor.
“Kami berharap pengembangan jargas ini tidak hanya meningkatkan akses energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung percepatan transisi energi nasional,” tutup Aldi.


