Jakarta — Analis komunikasi politik Hendri Satrio meminta pemerintah membatalkan rencana impor 100 ribu unit kendaraan niaga atau pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menilai kebutuhan kendaraan tersebut seharusnya dipenuhi oleh industri otomotif nasional.
“Kenapa musti impor segitu banyak? Harusnya rencana ini dibatalkan karena membahayakan industri dalam negeri. Mestinya kita bikin sendiri saja pick-up itu, kita industri dalam negeri kan lagi megap-megap juga ini,” kata Hendri Satrio, Rabu, 25 Februari 2026.
Hendri menyebut pesanan dalam skala besar itu justru bisa menjadi peluang kebangkitan merek otomotif lokal, termasuk Esemka. Ia menilai jika pemerintah mengalihkan pesanan ke produsen dalam negeri, merek-merek lokal akan berlomba untuk terlibat.
“Kalau memang ada pesanan dari pemerintah, bayangkan Esemka bisa tiba-tiba muncul lagi. Pasti Esemka tidak ingin ketinggalan,” ujar Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu.
Hendri menegaskan pemberian kesempatan kepada industri otomotif nasional untuk memasok 100 ribu unit pikap akan mendorong perkembangan sektor otomotif dalam negeri secara signifikan.
“Jadi jangan diimpor semua, harus hati-hati dalam menyikapi ini, dan akan sangat baik bila diberikan kesempatan pada industri otomotif dalam negeri,” tegasnya.


