Washington – Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang menyeret Washington ke dalam konflik dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan Harris dalam pidato di acara Partai Demokrat, Senin (20/4/2026).
“Trump terseret ke dalamnya oleh Benjamin Netanyahu, mari kita perjelas hal itu,” ujar Harris, seperti dikutip dari New Arab.
Harris juga mengkritik keputusan Presiden Donald Trump yang dinilai gegabah dan membahayakan tentara AS. Ia turut menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat konflik tersebut. “Di antara banyak konsekuensinya, termasuk kenaikan harga bensin… dan menurut kita ke mana biaya itu akan dibebankan? Itu akan dibebankan kepada konsumen,” katanya.
Tudingan Harris menguat setelah New York Times melaporkan bahwa Netanyahu telah mengusulkan rencana pemboman Iran kepada pemerintahan Trump sejak Februari lalu.
Konflik dengan Iran telah memicu ketegangan global, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Teheran yang berdampak pada distribusi minyak dunia. Di dalam negeri AS, dukungan publik terhadap perang tercatat lemah, dengan survei terbaru menunjukkan hanya 38 persen warga yang mendukung serangan terhadap Iran.


