Vatikan – Paus Leo XIV menegaskan perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran tidak dapat dikategorikan sebagai “perang yang adil” menurut ajaran Gereja Katolik, Minggu (7/6/2026).
Pernyataan itu merupakan respons terhadap Wakil Presiden AS JD Vance yang pada April lalu menggunakan teori just war untuk membenarkan perang terhadap Iran.
“Saya yakin hal itu sudah dinyatakan dengan jelas. Tidak ada perang yang adil di sana,” tegas Paus Leo XIV.
Paus merujuk pada ensiklik terbarunya, Magnifica Humanitas, yang menyebut teori just war terlalu sering digunakan untuk membenarkan segala jenis perang dan dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.
“Masalahnya adalah teori perang yang adil berasal dari berabad-abad yang lalu ketika kita tidak dapat membayangkan senjata-senjata, kemampuan manusia untuk menghancurkan,” ujarnya.
Dalam dokumen tersebut, Vatikan mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, diplomasi, dan pengampunan, serta mengecam penggunaan kekuatan militer yang kerap menimbulkan dampak besar terhadap warga sipil.
Sejak perang pecah pada Februari lalu, Leo XIV berulang kali menyerukan perdamaian dan dialog. Paus juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap konflik Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menolak bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
“Saya prihatin dengan Ukraina. Kita harus benar-benar berupaya untuk mengakhiri konflik dan perang serta menemukan solusi,” pungkasnya


