Jakarta — Milisi bersenjata Irak, Saraya Awliya al-Dam, menyatakan siaga penuh menyusul akan berakhirnya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Rabu, 22 April 2026.
Komandan kelompok tersebut, Abu Mahdi al-Ja’afari, menegaskan pasukannya siap kembali melancarkan operasi militer kapan saja jika kesepakatan gencatan senjata tidak diperpanjang.
“Kami siap melanjutkan operasi militer dengan frekuensi yang lebih tinggi dan dampak yang lebih besar,” kata al-Ja’afari dalam pernyataan resmi melalui Telegram, dikutip dari Al-Jazeera, Selasa (21/4/2026).
Al-Ja’afari mengklaim kelompoknya telah melakukan lebih dari 200 aksi terhadap kehadiran militer asing di Irak dan kawasan sekitarnya. Ia memberi sinyal serangan ke depan akan meningkat intensitasnya.
Berakhirnya gencatan senjata AS-Iran pada Rabu besok dinilai berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.


