Batam — BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem dan banjir pesisir (rob) di Kota Batam dan sejumlah wilayah Kepulauan Riau mulai 11 hingga 23 Juni 2026. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan pesisir dan rawan genangan.
Forecaster BMKG Batam, Fitri Annisa, menyatakan curah hujan di Batam masih tergolong tinggi dalam sepekan ke depan. “Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di wilayah Kota Batam masih diprakirakan akan terjadi hingga seminggu ke depan,” ujarnya.
Peringatan banjir rob dipicu fenomena Super New Moon, yakni posisi bulan baru yang berada paling dekat dengan bumi (perigee), sehingga menyebabkan kenaikan pasang air laut maksimum.
Di Batam, wilayah yang berpotensi terdampak rob meliputi pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, dan Nongsa. Di Kepulauan Riau, wilayah terdampak mencakup Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang (Kabupaten Lingga); Kecamatan Kundur Barat, Karimun, dan Meral (Kabupaten Karimun); serta Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari (Kota Tanjungpinang).
BMKG menyebut banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat barang, transportasi laut, sanitasi permukiman, dan sektor perikanan tambak. Nelayan dan pelaku usaha transportasi laut diminta menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.
Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi BMKG, atau akun media sosial BMKG Batam.


