Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang mencatat 88 titik panas (hotspot) di Pulau Bintan sepanjang Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 82 titik berada di Kabupaten Bintan dan enam titik di Kota Tanjungpinang.
Kepala Stasiun Meteorologi RHF Tanjungpinang Ahmad Kosasih mengatakan, data tersebut terpantau melalui sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar NOAA-20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Jumlah titik panas itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sebanyak 82 titik panas terdeteksi di wilayah Kabupaten Bintan, sedangkan enam titik panas sisanya berada di Kota Tanjungpinang,” kata Kosasih, Rabu (26/8).
Kosasih menyebut, potensi bertambahnya titik panas ke depan bergantung pada aktivitas masyarakat, terutama kelalaian saat membakar sampah yang kerap menjadi pemicu kebakaran.
BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi turun dalam beberapa hari ke depan, meski cuaca terik masih mendominasi. Hujan diperkirakan bersifat singkat dan hanya terjadi di wilayah tertentu.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.


