Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyikapi tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela, Minggu (5/1/2026).
Hasanuddin mengatakan Indonesia perlu bersikap berdasarkan prinsip mendukung kemerdekaan bangsa dan menolak pelanggaran kedaulatan sebagaimana diamanatkan UUD 1945.
“Landasan sikap Indonesia sudah sangat jelas dan tegas, yaitu mendukung kemerdekaan setiap bangsa dan menolak pelanggaran kedaulatan, sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi UUD 1945,” ujarnya di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Legislator tersebut menyarankan Indonesia melalui perwakilan tetap di PBB bersikap proaktif mendorong penyelesaian melalui koridor hukum internasional dan mekanisme resmi PBB.
Hasanuddin mengingatkan Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Ia meminta pemerintah mewaspadai dampak ekonomi global, khususnya potensi lonjakan harga minyak, serta menyiapkan skenario mitigasi untuk menjaga kesehatan fiskal APBN dan stabilitas ekonomi nasional.
Anggota Komisi I yang membidangi pertahanan dan hubungan luar negeri itu juga menyoroti aspek pertahanan negara. Menurutnya, peristiwa di Venezuela menunjukkan pentingnya memperkuat kepercayaan publik, soliditas nasional, dan kesiapsiagaan pertahanan.
“Kedaulatan negara tidak hanya dijaga oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh legitimasi politik yang kuat di mata rakyatnya sendiri,” katanya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya pada Sabtu (3/1/2026). Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui platform Truth Social.


