Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra Azis Subekti menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) di Davos sebagai penegasan arah kebijakan nasional, bukan sekadar penampilan simbolik di panggung global.
Azis menyatakan pilihan Indonesia menekankan stabilitas, perdamaian, dan disiplin ekonomi mencerminkan sikap rasional di tengah konflik geopolitik, fragmentasi ekonomi, dan krisis kepercayaan global.
“Sikap ini bukan sinisme, melainkan bentuk kedewasaan politik,” ujar Azis kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Ia mencatat sebagian kritik terhadap pidato tersebut bernada personal dan emosional, sehingga substansi pidato kerap tenggelam. Namun Azis menegaskan kritik tersebut tidak sepenuhnya merepresentasikan suara publik secara utuh.
Menurut Azis, terdapat sikap publik lain yang lebih menentukan, yakni kewaspadaan disertai harapan. Publik menunggu apakah arah yang disampaikan benar-benar diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Azis menilai pidato Prabowo di Davos menegaskan fondasi utama pembangunan nasional, mulai dari stabilitas sebagai prasyarat pertumbuhan, disiplin fiskal sebagai basis kepercayaan, hingga ekonomi yang berpijak pada kepentingan rakyat.
Ia menyoroti ketegasan Presiden Prabowo di forum internasional didukung sejumlah langkah konkret, seperti penertiban kawasan hutan, pencabutan izin pemanfaatan hutan bagi pihak yang lalai, pencabutan dan perampasan izin tambang yang melanggar hukum, serta penegakan hukum terhadap pelaku korupsi.
“Bukti-bukti itu telah lebih dulu hadir, tidak riuh, tidak selalu disorot, tetapi bergerak pelan dan pasti,” jelasnya.
Azis menegaskan pidato di Davos seharusnya dibaca sebagai kelanjutan dari proses pembuktian kinerja. Ia menambahkan keraguan publik harus dijawab dengan konsistensi kerja dan hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Di tengah dunia yang bising, pidato Prabowo di Davos menandai pilihan strategis Indonesia: memilih stabilitas daripada kegaduhan, kerja nyata daripada retorika, dan pembuktian daripada pembelaan diri,” pungkasnya.


