Jakarta – Sektor Halal Value Chain (HVC) mencatat kontribusi sebesar 27,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal III 2025, setara dengan Rp4.832 triliun.
Menteri Agama RI yang juga Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Nasaruddin Umar, menyatakan ekonomi halal telah menjadi pilar utama pertumbuhan nasional dengan basis pasar luas dan integrasi dari hulu ke hilir.
Kinerja keuangan syariah juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga Oktober 2025, pangsa pasar keuangan syariah Indonesia mencapai 30,3 persen dari total aset keuangan nasional.
Nasaruddin menyebutkan kepercayaan investor internasional terus meningkat. Sepanjang 2023, terdapat sekitar 40 transaksi investasi di sektor halal dengan total nilai 1,6 miliar dolar AS.
Indonesia mempertahankan posisi ketiga dunia pada Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2024/2025, di bawah Malaysia dan Arab Saudi.
Pemerintah berencana memperkuat sektor ini melalui diplomasi ekonomi yang lebih luas. Memanfaatkan posisi sebagai Ketua D-8 periode 2026-2027, Indonesia menargetkan penguatan posisi dalam rantai nilai global.
Nasaruddin menegaskan Indonesia ingin tampil sebagai mitra strategis yang menghubungkan berbagai pasar, memfasilitasi arus investasi, serta membuka peluang kemakmuran bagi masyarakat global.


