Batam – PT PLN (Persero) akan memberikan kompensasi kepada puluhan ribu pelanggan di Pulau Karimun yang terdampak pemadaman total listrik atau blackout pada Senin (22/7).
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjungbalai Karimun Ahmad Subhan Hadi mengatakan pemberian kompensasi dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025.
“Saat ini kami masih melakukan inventarisasi jumlah pelanggan yang terdampak dan lama waktu pemadaman yang dialami masing-masing pelanggan,” kata Subhan, Rabu (29/7).
Ia menyebut jumlah pelanggan PLN di Pulau Karimun mencapai sekitar 61 ribu pelanggan, dan diperkirakan puluhan ribu di antaranya berhak menerima kompensasi akibat blackout tersebut.
PLN menyiapkan kompensasi dalam bentuk pemotongan tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar dan penambahan token listrik bagi pelanggan prabayar.
“Besaran kompensasi dihitung berdasarkan lama pemadaman sesuai ketentuan yang berlaku. Saat ini masih dalam proses verifikasi dan menunggu data hingga akhir bulan agar seluruh gangguan yang mungkin terjadi dapat tercatat,” ujarnya.
Selain menyiapkan kompensasi, PLN mempercepat proses peremajaan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 6 megawatt (MW) untuk memperkuat cadangan daya di Pulau Karimun. Subhan menargetkan pekerjaan tersebut rampung pada pertengahan Agustus 2026.
“Saya sudah berkoordinasi dengan tim PLTD. Berdasarkan informasi yang kami terima, target penyelesaian 100 persen pada 15 Agustus 2026 dengan proses penyalaan dilakukan bertahap,” katanya.
Ia berharap pengoperasian kembali mesin PLTD tersebut dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik di Pulau Karimun dan mengurangi risiko gangguan serupa di masa mendatang.
Blackout sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Pulau Karimun dan berdampak pada aktivitas masyarakat serta layanan usaha selama beberapa jam.


