Jakarta – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai kasus dugaan penyelundupan 390 ton mineral mengandung Logam Tanah Jarang (LTJ) dan unsur radioaktif ilegal di perairan Kepulauan Riau (Kepri) kemungkinan besar merupakan operasi yang dirancang secara sistematis oleh jaringan terorganisasi.
“Untuk mengangkut ratusan ton mineral strategis diperlukan rantai pasok, pendanaan, dokumen, sarana transportasi, hingga tujuan akhir yang jelas. Karena itu aparat perlu mendalami siapa aktor intelektual di belakang operasi ini,” kata Amir, Kamis 2026.
Amir menyebut posisi geografis Kepri menjadi faktor yang memperparah kerawanan wilayah tersebut. Kepri berada di jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura, Malaysia, Laut China Selatan, hingga kawasan Asia Timur, sehingga rawan dimanfaatkan jaringan penyelundupan internasional.
Dalam perspektif intelijen, Amir mengatakan penyelundupan sumber daya strategis kerap berkaitan dengan operasi ekonomi bawah tanah yang melibatkan banyak pihak, mengingat tingginya persaingan global dalam memperoleh bahan baku industri teknologi tinggi.
“Ketika yang diselundupkan adalah komoditas strategis yang dibutuhkan industri global, maka selalu ada kemungkinan keterlibatan jaringan lintas negara. Inilah yang perlu didalami melalui pendekatan intelijen ekonomi dan intelijen strategis,” pungkas Amir.


