Batam – PT PLN Batam menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT Altiva Identity Datacenter untuk kapasitas total 2 x 345 MVA atau 690 MVA, guna mendukung pembangunan pusat data di Kawasan Nongsa, Batam, Selasa (29/7).
Penandatanganan disaksikan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta jajaran BP Batam, PLN Batam, dan manajemen Altiva Identity Datacenter. Pasokan listrik direncanakan mulai dialirkan bertahap pada 2027.
Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo mengatakan perjanjian tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menyediakan pasokan listrik bagi pengembangan fasilitas data center milik Altiva. Ia menyebut kepastian pasokan energi menjadi faktor utama investor data center dalam menentukan lokasi investasi.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan pemerintah kota dan BP Batam siap mempercepat proses perizinan bagi investor yang masuk ke Batam, seiring kesiapan pasokan listrik dari PLN Batam.
Direktur PT Altiva Identity Datacenter Edi Haryanto mengatakan proyek tersebut dikembangkan di atas lahan sekitar 11 hektare di Kawasan Nongsa dan direncanakan berkembang hingga lebih dari 30 hektare secara bertahap.
Kawasan tersebut ditargetkan mampu menampung kapasitas data center hingga 700 MVA. PLN Batam sebelumnya juga telah menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah investor data center berskala besar lainnya di Batam.


