Batam — Masyarakat Rempang Galang menyatakan dukungan terhadap pembangunan Sekolah Merah Putih Terintegrasi dan investasi di kawasan tersebut, dengan syarat kampung-kampung tua yang telah dihuni secara turun-temurun tidak digusur.
Pernyataan itu disampaikan dalam Musyawarah Bersama Masyarakat Rempang Galang yang digelar di Pantai Vio-Vio, Barelang, Kecamatan Galang, Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Rempang Galang (IKRAL) dan organisasi Elang Laut, dengan dihadiri perwakilan RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ibu-ibu wirid, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, dan Lembaga Adat Melayu.
Ketua IKRAL, Sopian, mengatakan warga menyambut baik program pemerintah pusat itu karena pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat.
“Kalau sekolah dan investasi, kami sangat mendukung, selama tidak menggusur kampung kami,” kata Sopian, Jumat, 7 Agustus 2026.
Sopian juga membantah kabar yang beredar di media sosial bahwa masyarakat menolak pembangunan. Ia menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Yang beredar di media sosial seolah-olah Rempang Galang tidak baik-baik saja dan menolak pembangunan. Hari ini kami tegaskan masyarakat mendukung penuh Sekolah Merah Putih dan investasi, dengan syarat jangan bersentuhan dengan kampung kami,” ujarnya.
Ketua Elang Laut, Suherman, menambahkan masyarakat sejak awal tidak pernah menolak program pemerintah, termasuk pembangunan Sekolah Merah Putih yang dipilih langsung oleh Presiden Prabowo untuk dibangun di kawasan itu.
Menurut Suherman, aspirasi utama warga adalah agar kampung tua tetap dihormati dan tidak ada pemaksaan relokasi. Warga juga berharap anak-anak Rempang Galang mendapat prioritas untuk bersekolah gratis di Sekolah Merah Putih.
Masyarakat turut meminta pemerintah dan pengembang melibatkan tokoh masyarakat dalam setiap tahap pembangunan agar prosesnya berjalan seiring aspirasi warga dan menjaga keharmonisan di Rempang Galang.


