Karimun – Inflasi Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, tercatat 2,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus 2026, masuk dalam 10 daerah dengan inflasi terendah secara nasional. Angka itu masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional 1,5–3,5 persen. Perekonomian Karimun juga tumbuh 5,32 persen pada triwulan II 2026.
Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perlu tetap waspada karena tekanan inflasi diperkirakan meningkat memasuki kuartal IV. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi TPID Kabupaten Karimun Triwulan III 2026 di Ruang Rapat Cempaka Putih, Rabu (23/9/2026).
Menurut Rocky, kondisi geografis Karimun sebagai daerah kepulauan membuat distribusi pangan perlu diperhatikan. Sejumlah komoditas masih dipasok dari luar daerah, sementara cuaca dapat mengganggu distribusi antarwilayah.
“Sedikit saja distribusi pasokan pangan terganggu, harga komoditas seperti cabai, beras, minyak goreng, gula pasir, hingga ikan akan langsung bergejolak di pasar,” kata Rocky.
Ia menyebut permintaan masyarakat biasanya naik menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada akhir tahun, sementara cuaca berpotensi mengganggu distribusi melalui jalur laut.
Pemkab Karimun mendorong penguatan koordinasi lintas sektor melalui 9 Langkah Konkret Pengendalian Inflasi, yang mengacu pada konsep 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
“Saya meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan mengoptimalkan kewenangannya masing-masing agar setiap potensi lonjakan harga dapat direspons secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Rocky juga meminta edukasi belanja bijak kepada masyarakat diperkuat untuk menjaga daya beli dan stabilitas harga hingga akhir 2026.


