Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengaku telah berdiskusi dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebelum mundur dari kepengurusan partai.
Nusron menyampaikan hal itu seusai mengikuti rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2026). Menurut dia, pembahasan soal pengunduran diri tersebut sudah dilakukan bersama Bahlil sejak tahun lalu.
“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum,” kata Nusron.
Nusron tidak menjelaskan alasan pengunduran dirinya. Ia juga belum mengungkapkan kegiatan yang akan menjadi fokusnya setelah tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan partai.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji menyatakan Nusron telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Sarmuji menyampaikan hal itu kepada ANTARA pada Sabtu (19/9/2026).
“Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,” ujar Sarmuji.
Nusron sebelumnya tercatat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar. Setelah mundur dari kepengurusan, ia tetap berstatus sebagai kader biasa Partai Golkar.
Menurut Sarmuji, surat pengunduran diri disampaikan langsung kepada Bahlil. Ia mengaku tidak mengetahui alasan pastinya. “Mungkin ingin fokus ke hal lain,” kata Sarmuji.
Pengunduran diri dari kepengurusan partai itu terpisah dari kabar mengenai jabatan Nusron di kabinet. Pada 18 September, Kementerian ATR/BPN membantah informasi bahwa Nusron mundur sebagai menteri dan menyatakan tidak ada pernyataan Nusron terkait hal itu. Nusron hingga kini tetap menjabat Menteri ATR/BPN.


