Jakarta – Analis politik Adi Prayitno mendorong kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membuktikan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus membenahi tata kelola yang selama ini banyak dikritik publik, Minggu (7/6/2026).
“Kalau mau jujur, yang banyak dikritik selama ini adalah soal efisiensi, termasuk pengelolaan dapur MBG dan kualitas menu yang diberikan kepada penerima manfaat,” kata Adi melalui kanal YouTube miliknya.
Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai pelibatan sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat dalam pelaksanaan program dapat memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
“Kalau itu dilakukan, sangat mungkin revolusi tata kelola BGN bisa tercapai dan sesuai dengan ekspektasi masyarakat secara umum,” ujarnya.
Adi juga mendorong BGN melakukan survei dan evaluasi berkala terhadap siswa penerima MBG untuk mengukur dampak nyata program terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Harus dilakukan survei dan wawancara. Setiap siswa yang mendapat manfaat MBG perlu dilihat korelasinya. Apakah setelah mendapatkan MBG pemenuhan gizinya semakin baik, apakah mereka lebih semangat belajar, dan yang paling penting apakah kemampuan intelektual mereka meningkat secara signifikan,” jelasnya.
Menurutnya, hingga kini publik belum memperoleh gambaran jelas mengenai korelasi antara Program MBG dengan peningkatan kualitas pendidikan maupun kesehatan siswa.
“Sampai hari ini publik masih belum tahu apakah ada korelasi positif dari manfaat Program MBG itu,” katanya.
Adi berharap kepemimpinan baru BGN mampu menghadirkan inovasi dan evaluasi berbasis data agar manfaat program dapat terukur secara objektif.
“Kalau ini dilakukan, saya kira inovasi dan semacam revolusi di tubuh BGN di bawah kepemimpinan yang baru inilah yang sedang dinanti masyarakat,” pungkasnya


