Jakarta – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai wajar sikap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang merasa tersinggung atas serangan dari relawan pendukung Joko Widodo. Ia juga meminta para relawan tidak memperkeruh suasana dan mengajak berdialog secara langsung dengan JK.
“Termul atau relawan Jokowi yang menyerang Pak JK bisa menggunakan teknologi paling canggih yang diwariskan para pendiri bangsa, namanya musyawarah. Ketemu Pak JK, dan kembali menjadi satu kesatuan bangsa yang bersinergi positif,” ujar Hendri Satrio kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Hendri menyebut keresahan JK soal polemik ijazah Jokowi merupakan keresahan yang juga dirasakan masyarakat luas. Ia mempertanyakan mengapa persoalan tersebut berlarut-larut tanpa kejelasan. “Concern Pak JK tentang ijazah Pak Jokowi ini memang concern umum, seluruh rakyat Indonesia. Kenapa begitu lama dan bertele-tele? Padahal ada contoh seperti Hakim MK Arsul Sani yang langsung menunjukkan ijazahnya dan selesai,” katanya.
Menurut Hendri, argumentasi Jokowi yang menyatakan pihak penuduh harus membuktikan sendiri tidak sepenuhnya tepat, mengingat statusnya sebagai mantan presiden. “Kalau Pak Jokowi bukan presiden ketujuh dan bukan tokoh bangsa, mungkin argumen itu bisa diterima. Tapi justru karena statusnya, dibutuhkan langkah yang tidak biasa untuk dipertontonkan kepada publik,” ujarnya.
Hendri menegaskan kunci penyelesaian polemik ada di tangan Universitas Gadjah Mada (UGM). “Standpoint saya sejak awal adalah UGM. Kalau UGM mengatakan Jokowi kuliah dan lulus, maka selesai buat saya. Maka justru UGM harus dilibatkan dalam proses pembuktian ini,” katanya.
Sebagaimana diketahui, polemik ijazah Jokowi mencuat kembali dalam beberapa pekan terakhir setelah sejumlah pihak mempersoalkan keaslian ijazah sarjana kehutanan yang diklaim diperoleh dari Universitas Gadjah Mada. Jokowi menyatakan dirinya tidak perlu membuktikan apa pun karena justru pihak yang menuduh yang berkewajiban membuktikan tuduhannya.
Di tengah polemik itu, JK secara terbuka menyuarakan keresahannya dan mendorong agar persoalan diselesaikan secara transparan. Sikap JK tersebut kemudian memicu reaksi dari sejumlah relawan pendukung Jokowi yang melancarkan serangan verbal terhadapnya di ruang publik.


