Jakarta – Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap sejumlah target di Iran, tak lama sebelum Washington kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan lewat akun X pada Rabu, 15 Juli 2026, bahwa gelombang serangan tambahan tersebut dimulai pukul 15.00 waktu AS bagian timur (ET). Satu jam berselang, tepat pukul 16.00 ET, AS resmi menjalankan kembali blokade angkatan laut di kawasan Teluk Oman dan sekitar Selat Hormuz.
“Pada pukul 15.00 ET hari ini, pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan gelombang serangan tambahan terhadap Iran untuk terus melemahkan kemampuan Iran yang digunakan menyerang kapal-kapal dagang di Selat Hormuz,” tulis CENTCOM.
Blokade tersebut sebelumnya sempat dicabut setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara melalui nota kesepahaman 14 poin yang diteken bulan lalu. Namun pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata itu telah berakhir setelah kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan.
Trump kemudian mengumumkan AS akan kembali memblokade Iran, menyusul penilaiannya bahwa upaya Teheran untuk menguasai Selat Hormuz kembali meningkat. Data dari perusahaan pelacak kapal turut menunjukkan lalu lintas kapal dagang di jalur tersebut menurun tajam dalam beberapa hari terakhir.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump juga sempat mengusulkan biaya sebesar 20 persen untuk seluruh kargo yang melintasi selat itu, namun sehari kemudian membatalkan rencana tersebut dan menyebut skema itu akan digantikan dengan kesepakatan perdagangan dan investasi bersama negara-negara Teluk.


