Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyatakan progres elektrifikasi di provinsi tersebut telah mencapai sekitar 99,50 persen, namun masih ada pulau berpenghuni yang belum teraliri listrik. Hal itu disampaikan Ansar di Tanjungpinang, Rabu (23/9/2026), menjelang peringatan hari jadi ke-24 Provinsi Kepri pada Kamis (24/9/2026).
“Saat ini, kita sudah di angka 99,50 persen progresnya. Artinya masih ada pekerjaan yang belum selesai, masih ada pulau berpenghuni yang belum tersentuh listrik. Masih ada yang belum 24 jam, ini yang akan kita carikan solusinya bersama PLN,” kata Ansar.
Selain pulau yang belum berlistrik, sebagian pulau lainnya belum menikmati listrik selama 24 jam. Pada 2025, Pemprov Kepri menyebut masih ada pulau non-PLN dengan jam nyala terbatas serta pulau berpenghuni yang belum berlistrik.
Ansar mengakui pembangunan di provinsi kepulauan itu tidak mudah karena rentang kendali antarpulau. Kepri memiliki ribuan pulau, sebagian di antaranya dihuni masyarakat, sehingga pemerintah harus memastikan akses listrik, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan fasilitas dasar lainnya.
“Membangun Kepri tidak mudah, seperti membalikkan telapak tangan. Persoalan rentang kendali tentu menjadi tantangan daerah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian indikator makro menjadi salah satu ukuran kinerja pemerintah, tetapi belum cukup menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan. Karena itu, evaluasi pembangunan diperlukan agar pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan pemerataan pelayanan dasar. Selain kelistrikan, Pemprov Kepri juga memberi perhatian pada pendidikan, kesehatan, dan perlindungan tenaga kerja, termasuk nelayan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan mengatakan hari jadi ke-24 harus menjadi momentum melanjutkan pembangunan secara bersama-sama. Menurut dia, DPRD berkomitmen mendorong kebijakan berkelanjutan, dengan pembangunan yang berjalan seiring pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan pemerataan sosial.
“Hari jadi Provinsi Kepri ke-24 adalah momentum kita untuk bangkit, bersama bergerak melakukan pembangunan. Karena pembangunan dapat terlaksana dengan kebersamaan dan kekeluargaan,” kata Iman.
Dalam refleksi 24 tahun Kepri, Pemprov Kepri menempatkan pemerataan pembangunan dan konektivitas antarpulau sebagai agenda penting ke depan.


