Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, kasih update soal 29 ribu ton beras yang kualitasnya sudah nggak top-tier lagi. Tapi tenang, guys—beras ini nggak akan dibuang sia-sia. Rencananya? Buat pakan ternak. Mantap, kan?
“Dari total stok beras kita yang sekarang tembus 4,2 juta ton, yang rusak cuma 0,071 persen aja,” kata Mentan Amran di Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2025.
Dia bahkan nambahin dengan gaya santai, “Anggap aja rusaknya 30 ribu ton deh, biar gampang. Coba bandingin sama 4,2 juta ton. Itu kecil banget persentasenya.”
Kenapa bisa ada beras rusak? Nah, katanya sih karena stok beras kita sekarang lagi super melimpah—beda banget sama dulu yang serba pas-pasan.
“Dulu nggak ada beras rusak karena ya stoknya aja minim. Sekarang stoknya sampai sewa gudang 1,2 juta ton. Kita malah lagi mau bangun gudang baru,” lanjutnya.
Terus, buat yang nanya-nanya, “Lah, terus beras rusak itu dibuang dong?” Jawabannya: Nggak sama sekali!
“Beras yang udah nggak layak konsumsi itu tetap kita manfaatin. Kita alihin jadi pakan ternak. Masih ada nilai ekonomisnya, jadi nggak nol,” jelas Amran.
Pemerintah juga udah nyiapin langkah antisipasi biar kejadian kayak gini nggak terulang. Bahkan, Presiden sudah ngucurin dana Rp5 triliun buat membangun gudang baru di Bulog. Keren banget, kan?
Terakhir, Amran ingetin publik buat nggak cuma fokus ke angka beras rusak doang.
“Saya ulang ya, yang rusak cuma 0,071 persen. Tapi yang berhasil kita kelola itu 4 juta ton lebih, lho. Tolong dong, itu juga disorot. Ini kerja keras petani, dan hasil dari gebrakan Presiden dalam setahun terakhir,” tutupnya.


