Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite tidak akan naik hingga Idul Fitri 1447 H, meski harga minyak mentah dunia jenis Brent telah menyentuh 118 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak 17 Juni 2022.
“Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (9/3/2026).
Bahlil juga menjamin pasokan BBM tetap andal selama periode Ramadan dan Idul Fitri, serta meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.
“Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,” ucapnya.
Lonjakan harga minyak dunia dipicu eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang hingga kini dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, dan sejumlah pejabat tinggi militer, mengutip Sputnik.
Iran membalas dengan serangkaian serangan yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, personel militer di kawasan, serta sejumlah kota di Israel. Pada Minggu (8/3/2026), AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya, termasuk Depo Minyak Shahran, yang mengakibatkan kerusakan parah.


