Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai merealisasikan pembangunan Taman Budaya sebagai pusat seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Proyek senilai sekitar Rp50 miliar itu akan dikerjakan dengan skema tahun jamak (multi-years) selama tiga tahun, mulai berjalan pada 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan proyek tersebut telah mendapat dukungan anggaran dari Pemko Batam bersama DPRD Kota Batam. “Anggarannya sekitar Rp50 miliar dengan skema multi-years selama tiga tahun. Tahun ini dimulai dari proses perencanaan,” kata Ardiwinata, Rabu (15/7).
Saat ini, tahapan proyek memasuki penyusunan perencanaan teknis. Proses lelang konsultan perencana telah rampung dan pemenangnya telah ditetapkan. Selanjutnya, konsultan akan menyusun Detailed Engineering Design (DED) sebagai acuan pembangunan fisik, yang nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam.
Ardiwinata menjelaskan, Taman Budaya akan dibangun di kawasan Gedung Beringin, aset milik Pemerintah Kota Batam di bawah pengelolaan Disbudpar, yang selama ini dipersiapkan sebagai lokasi pengembangan pusat kebudayaan. “Lahan yang sekarang terlihat rimbun itu memang sedang kami siapkan. Ke depan kawasan ini akan menjadi amenitas kebudayaan dan pariwisata. Nama resminya nanti akan diumumkan langsung oleh Wali Kota Batam,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan Taman Budaya merupakan bagian dari program prioritas Pemko Batam untuk menyediakan ruang bagi paguyuban, komunitas seni, dan pelaku budaya. Kawasan tersebut juga diproyeksikan sebagai pusat aktivitas seniman, budayawan, serta pelaku ekonomi kreatif dari 17 subsektor, dan akan terintegrasi dengan pengembangan Creative Hub sebagai pusat baru pengembangan industri kreatif di Batam.
Dari sektor pariwisata, Disbudpar menargetkan kawasan tersebut masuk dalam paket perjalanan wajib agen wisata yang membawa wisatawan ke Batam. “Di sana nantinya akan ada pertunjukan seni yang digelar secara rutin. Harapannya wisatawan tidak hanya datang untuk berbelanja atau kuliner, tetapi juga menikmati kekayaan seni dan budaya Batam,” ujar Ardiwinata.
Ia menyatakan optimistis Taman Budaya akan menjadi ikon baru Kota Batam yang memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata budaya, melengkapi potensi wisata belanja, kuliner, dan bahari yang selama ini menjadi andalan.


