Batam – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan upaya penyelundupan 1,9 ton pasir timah yang diduga akan dikirim ke Malaysia melalui perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 50 karung pasir timah, satu unit speedboat, dan seorang terduga pelaku.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat pada 20 Juli 2026 terkait aktivitas mencurigakan yang mengarah pada penyelundupan pasir timah ke Malaysia.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Quick Response Region Command IV Lanal Tanjung Balai Karimun bersama Satgas Operasi Cakra-26.K Sat Intelmar Pusintelal melakukan penyekatan dan pengintaian di wilayah Perairan Pelambung, Karimun.
“Dalam operasi tersebut, kami berhasil mengamankan satu unit speedboat fiber bermesin ganda 200 PK, 50 karung pasir timah, serta seorang pelaku di lokasi,” kata Berkat.
Dari hasil pengembangan penyelidikan, petugas mengidentifikasi lima orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan tersebut, masing-masing berinisial DS, W, A, OA, dan I, dengan peran berbeda mulai dari pemilik muatan, nahkoda, hingga anak buah kapal (ABK).
Selain pasir timah, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit speedboat fiber bermesin ganda 200 PK, tiga unit telepon genggam, dan dua tas selempang. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Berkat mengatakan penggagalan penyelundupan tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp1,52 miliar, berdasarkan estimasi nilai jual pasir timah di Malaysia. Ia menegaskan keberhasilan operasi ini merupakan implementasi perintah pimpinan TNI AL dalam mendukung kebijakan pemerintah memberantas penyelundupan sumber daya alam, mengawal program hilirisasi mineral, serta menjaga kekayaan alam Indonesia.
“Keberhasilan operasi ini menjadi bukti kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan penegakan hukum di laut, memperkuat pengawasan wilayah perbatasan, serta mengoptimalkan sinergi antarinstansi dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan lintas negara,” ujarnya.
TNI AL memastikan akan terus meningkatkan patroli, pengawasan, dan penegakan hukum di seluruh wilayah perairan Indonesia, terutama terhadap penyelundupan mineral dan batu bara (minerba), narkotika, serta berbagai tindak pidana lintas negara lainnya yang berpotensi merugikan negara.
Berkat mengajak masyarakat pesisir untuk aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di laut.
“Partisipasi masyarakat sangat penting sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kedaulatan negara dan melindungi kekayaan alam Indonesia dari berbagai upaya penyelundupan,” pungkasnya.


