Batam – Layanan Bus Trans Batam resmi mulai melayani rute menuju Bandara Internasional Hang Nadim, sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan transportasi publik dari bandara menuju pusat Kota Batam. Peluncuran sekaligus uji coba lintasan tersebut dilakukan pada Senin (29/6), melengkapi pilihan transportasi yang sudah ada seperti bus Damri, taksi konvensional, dan transportasi berbasis aplikasi.
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan kehadiran Trans Batam merupakan langkah awal membangun sistem transportasi publik yang saling terhubung antara bandara dan kawasan perkotaan.
“Ini menjadi transportasi massal yang terintegrasi yang menghubungkan Bandara Hang Nadim dengan Kota Batam. Tidak hanya lebih murah, tetapi juga terjangkau dan nyaman bagi masyarakat,” kata Denny.
Pada tahap awal, layanan tersebut melayani Koridor 7 dengan rute Nongsa–Batam Centre via Bandara Hang Nadim dan sebaliknya, dengan lima armada yang disiapkan dan interval keberangkatan setiap 30 menit.
Rute dari Batam Centre ke Bandara Hang Nadim melintasi Stasiun Batam Centre, Kantor Imigrasi, BKN, Purimas, Mediternaia, Tunas, RS Elizabeth, Uniba, RS Awal Bros, Hawai Garden, Grand BSI, Odesa, hingga Bandara. Sementara dari arah sebaliknya, rute melintasi Taras, Dotamana, Bida Asri 2, MB2, Mustafa Plaza, Bida Asri 1, Puri Legenda, Simpang Hotel Kaliban, Mega Mall, hingga Stasiun Batam Centre.
Penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke wilayah lain seperti Batuaji, Sekupang, maupun Batam Kota dapat transit di check point yang berada di depan Harris Hotel, Mega Mall, Batam Centre.
“Kalau masyarakat ingin menuju Batuaji misalnya, bisa turun di check point Batam Centre kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan koridor Trans Batam lainnya,” ujar Denny.
Tarif Trans Batam ditetapkan Rp5.000 untuk penumpang dewasa dan Rp2.500 untuk anak-anak. Seluruh transaksi dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS, kartu uang elektronik, maupun dompet digital seperti Brizzi, GoPay, dan OVO.
“Kami berharap seluruh pihak, baik BP Batam maupun PT Bandara Internasional Batam (BIB), terus menjaga kualitas pelayanan sehingga masyarakat yang menggunakan Bandara Hang Nadim merasa aman, nyaman, dan puas,” kata Denny.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, mengatakan pengoperasian Trans Batam menuju bandara merupakan bagian dari pengembangan transportasi publik terintegrasi di Kota Batam yang juga telah menjangkau sejumlah pelabuhan penumpang.
“Semua sudah mulai terhubung. Masyarakat yang datang melalui bandara maupun pelabuhan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Batam menuju berbagai kawasan di Kota Batam,” katanya.
“Kita ingin Batam menjadi kota yang semakin modern dengan transportasi publik yang mudah diakses masyarakat. Singapura telah membuktikan transportasi publik yang baik mampu meningkatkan kualitas pelayanan kota, dan itu menjadi salah satu contoh yang ingin kita wujudkan di Batam,” ujarnya.
Kepala UPT Trans Batam Dinas Perhubungan Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan pemerintah berencana memperluas infrastruktur pendukung layanan Trans Batam dengan menargetkan pembangunan delapan halte baru pada 2026, meski lokasinya masih dalam tahap penentuan.
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Hanam Setiabudi, mengatakan masuknya Trans Batam ke Bandara Hang Nadim menjadi langkah penting dalam mewujudkan integrasi transportasi publik di Batam, yang diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat, pekerja, maupun wisatawan.
“Kami berharap layanan ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat sehingga perjalanan dari dan menuju bandara menjadi lebih mudah, nyaman, efisien, dan semakin meningkatkan kualitas pelayanan Bandara Hang Nadim,” katanya.


