Batam — Pemerintah Kota Batam berbagi pengalaman pengelolaan pemerintahan dengan Komisi I DPRD Kota Dumai dalam kunjungan kerja yang digelar, Kamis, 6 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas sejumlah sektor, mulai dari penguatan pendidikan, program sosial, pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR), hingga penataan wajah Kota Batam.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menjelaskan Pemerintah Kota Batam telah mengalokasikan anggaran pendidikan di atas batas minimal yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, untuk persoalan yang terkait dengan pendidikan, kami sudah mempersiapkan porsi anggaran sekitar 26 persen,” kata Amsakar.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya didukung melalui anggaran APBD, tetapi juga diperkuat dengan berbagai program beasiswa bagi masyarakat yang dijalankan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dengan berbagai kategori penerima.
“Di luar jalur itu kami juga memberikan atensi melalui program beasiswa. Ini dikerjakan oleh Bagian Kesra dengan berbagai kategori beasiswa yang selama ini sudah berjalan,” ujarnya.
Selain pendidikan, pembahasan juga mencakup pengelolaan program sosial melalui keterlibatan dunia usaha. Amsakar menyebut Pemko Batam terus membuka ruang kolaborasi melalui program CSR untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang belum dapat dibiayai melalui APBD.
“Prinsipnya kami tetap mengomunikasikan berbagai kebijakan yang belum tercover APBD kepada pelaku usaha. Kalau ada yang mau berkontribusi, silakan. Yang penting semuanya tercatat dalam Forum CSR,” jelasnya.
Amsakar juga memaparkan langkah pemerintah dalam menata wajah Kota Batam agar lebih modern dan tertib, dengan fokus pada penataan reklame, baliho, spanduk, serta jaringan utilitas. Ia mengatakan penataan reklame dilakukan menyusul arahan Presiden agar kawasan perkotaan lebih tertata.
“Memang setelah bertemu dengan Bapak Presiden, kami mulai membereskan baliho dan spanduk yang ada di pinggir jalan,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah akan mengarahkan penggunaan videotron sebagai bagian dari sistem penataan reklame yang lebih rapi sesuai master plan Kota Batam.
“Pelan-pelan kita beralih ke videotron agar penataan kota lebih baik dan lebih tertata,” katanya.
Selain reklame, Pemko Batam juga menyiapkan penataan jaringan utilitas dengan konsep satu koridor, yang akan menempatkan berbagai jaringan seperti kabel listrik, telekomunikasi, dan utilitas lainnya dalam jalur yang lebih terintegrasi.
“Berikutnya soal penataan kabel. Jalur utilitas itu nantinya menjadi satu koridor. Mau kabel listrik, kabel telekomunikasi, kabel air, semuanya masuk di situ,” pungkas Amsakar.


