Batam – Pangkalan TNI AU (Lanud) Hang Nadim Batam kini memiliki masjid dua lantai seluas 1.078 meter persegi berkapasitas 1.500 jemaah yang terbuka untuk masyarakat umum.
Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, mengatakan pembangunan masjid dilatarbelakangi kebutuhan mendesak tempat ibadah yang layak bagi prajurit, setelah hampir lima tahun personel Lanud melaksanakan salat di ruang-ruang kantor.
Masjid yang memiliki empat menara ini mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada 2020. Proses pembangunan sempat terhambat akibat keterbatasan anggaran, namun dapat dilanjutkan berkat dukungan dari berbagai individu dan perusahaan, termasuk donatur utama Rusli Bintang.
Nama masjid diambil dari kata “Amin” yang berarti berkah, “Bintang” sebagai nama donatur utama, dan “Angkasa” yang merepresentasikan TNI AU. Desainnya mengusung arsitektur Timur Tengah klasik dengan sistem pencahayaan modern.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini dirancang menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi kreatif. Kawasan sekitar masjid akan dikembangkan untuk mendukung pelaku UMKM dan kegiatan kemasyarakatan. Akses menuju masjid dibuat terpisah sehingga masyarakat dapat berkunjung tanpa memasuki kawasan militer.
Masjid telah digunakan untuk salat tarawih sejak awal Ramadan dan direncanakan menjadi lokasi salat Idulfitri bagi prajurit dan masyarakat sekitar.


