Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kesepakatan damai yang melibatkan Iran telah memasuki tahap akhir negosiasi dan akan segera diumumkan kepada publik. Ia juga menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai salah satu poin utama dalam perjanjian tersebut.
“Aspek dan detail akhir dari kesepakatan tersebut saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan. Selain banyak elemen lain dari perjanjian tersebut, Selat Hormuz akan dibuka,” tulis Trump di platform Truth Social, Minggu (24/5/2026).
Trump menyebut dirinya telah menggelar serangkaian pembicaraan dengan sejumlah pemimpin kawasan Timur Tengah, antara lain Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Raja Yordania Abdullah II, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, serta sejumlah pejabat tinggi dari Pakistan dan Qatar.
Ia menggambarkan seluruh diskusi berjalan sangat baik dan berpusat pada penyusunan nota kesepahaman mengenai perdamaian yang melibatkan Iran. Secara terpisah, Trump juga mengaku telah menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyebut percakapan itu berlangsung positif.
“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain. Secara terpisah, saya melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel, yang juga berjalan sangat baik,” ujarnya.
Trump tidak merinci kapan pengumuman resmi akan dilakukan, namun memberi sinyal bahwa finalisasi dapat terwujud dalam waktu dekat.


