Batam — Pelayanan bus DAMRI di Bandara Internasional Hang Nadim Batam dikeluhkan penumpang menyusul beredarnya video yang memperlihatkan loket penjualan tiket dan Posko Siaga DAMRI kosong tanpa petugas. Video tersebut direkam warga bernama Danan Wahyu dan viral di media sosial.
Danan mengaku kecewa dengan pengelolaan layanan DAMRI yang dinilainya belum memberikan pelayanan memadai bagi masyarakat maupun wisatawan yang tiba di Batam. “Nggak pernah serius mengurus transportasi bandara murah dan terjangkau,” ujarnya.
Ia juga menyoroti ketidakjelasan jadwal keberangkatan yang menyulitkan penumpang mendapatkan kepastian transportasi usai mendarat. “Jadwal DAMRI Bandara Hang Nadim Batam hanya Tuhan yang tahu karena jam keberangkatan tidak pernah jelas dan pasti. Petugasnya pun entah di mana?” tulisnya dalam keterangan video.
Sementara itu, Pemerintah Kota Batam tengah memperkuat layanan transportasi publik melalui penambahan 19 armada Trans Batam yang resmi diluncurkan di Dataran Engku Putri pada 26 Mei 2026 melalui skema pay the service. Jaringan Trans Batam kini telah terhubung dengan sejumlah simpul transportasi, termasuk Pelabuhan Sekupang.
Mulai 1 Juni 2026, Trans Batam dijadwalkan melayani rute menuju Bandara Hang Nadim, melengkapi layanan yang sebelumnya hanya dioperasikan DAMRI. Pemerintah Kota Batam juga bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menerapkan pembayaran non-tunai berbasis QRIS pada armada Trans Batam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Perum DAMRI maupun otoritas Bandara Hang Nadim terkait keluhan tersebut.


