Batam – Krisis air bersih di Batam, khususnya di kawasan Batu Merah dan Tanjung Sengkuang, masih bikin warga harus super hemat dan antre air dari mobil tangki. Tapi kabar baiknya, PT Air Batam Hilir dan PT Air Batam Hulu (ABH) bilang mereka nggak tinggal diam.
Lewat pernyataan resminya, Ginda AL dari tim komunikasi ABH bilang, pengiriman air pakai mobil tangki terus jalan buat bantu warga yang terdampak. “Kami tetap komit melayani dan dukung penuh program peningkatan kapasitas air dari BP Batam,” katanya.
Ternyata, masalah utama bukan di ketersediaan air, tapi di jaringan distribusi dan anggaran. Hal itu dijelasin sama Ariastuty Sirait, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam. “Airnya cukup kok, dari sembilan waduk yang ada, tujuh waduk aktif dengan total produksi sekitar 4.200 liter per detik,” ujarnya.
BP Batam sekarang lagi fokus ngerjain solusi jangka panjang, termasuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Ladi dan jaringan pipa baru ke wilayah Tanjung Piayu Laut yang selama ini belum pernah dapet aliran air bersih.
Tapi prioritas utama tetap Batu Merah dan Sengkuang. Dua kawasan ini termasuk dalam stress area alias wilayah dengan tekanan air super rendah. Dari 32 titik masalah lama yang diwariskan dari operator sebelumnya, masih ada 18 yang belum beres.
“Dalam tiga tahun terakhir, kami sudah selesaikan lima titik, sisanya lagi kami kejar realisasinya,” jelas Tuty.
BP Batam juga lagi jalanin rekayasa jaringan air biar distribusinya lebih adil. Selain itu, proyek besar senilai Rp98 miliar lagi dikerjain buat bangun pipa tambahan dari waduk ke Tangki Ozon dan Tangki Bukit Senyum, pusat distribusi air Batu Merah dan sekitarnya.
Kalau proyek ini rampung, Tangki Ozon bakal bisa beroperasi penuh dengan kapasitas 12 ribu meter kubik. “Kalau sistem ini jadi, warga Batu Merah dan Sengkuang nggak perlu antre air lagi,” kata Tuty optimistis.


