Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi dan LPG tidak akan naik. Pernyataan itu disampaikan Bahlil di Jakarta, Minggu (3/5/2026).
“Saya sekali lagi menyampaikan bahwa untuk BBM insyaallah tidak akan ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk LPG. Itu kita jaga dan itulah perintah Bapak Presiden Prabowo,” kata Bahlil.
Bahlil menyatakan BBM nonsubsidi akan tetap mengikuti mekanisme pasar global karena diperuntukkan bagi kelompok masyarakat mampu.
“Tetapi kalau BBM yang untuk orang yang mampu, mohon maaf, itu dengan sendirinya hukum pasar,” ujarnya.
Bahlil juga menyampaikan kondisi terkini sektor energi nasional. Kebutuhan BBM nasional saat ini mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya sekitar 605 ribu barel per hari, sehingga Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel per hari.
Untuk meningkatkan produksi, pemerintah mengaktifkan kembali sumur-sumur migas yang tidak beroperasi. Bahlil menyebut dari sekitar 46.000 sumur yang ada, tidak lebih dari 20.000 yang berfungsi.
Di sektor hilir, Bahlil menyatakan program biodiesel B50 telah berhasil menghentikan impor solar.
“Untuk solar, dalam sejarah bangsa kita di 2026, alhamdulillah tidak kita lakukan lagi impor solar karena semua sudah dalam negeri,” kata Bahlil.
Pemerintah juga menargetkan program mandatory bioetanol E20 mulai berjalan pada 2028 guna mengurangi impor bensin.


