Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan data distributor bahan bakar minyak (BBM) yang diklaim beredar di forum dark web merupakan data terbuka yang dipublikasikan secara berkala di situs resmi sektor migas, bukan data rahasia.
“Dari hasil analisis awal, data yang dimaksud merupakan data distributor BBM yang bersifat terbuka dan memang dipublikasikan secara berkala pada website resmi sektor migas sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik,” ujar Juru Bicara ESDM Dwi Anggia, Sabtu (9/5/2026).
Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperoleh sampel data yang beredar dan melakukan validasi teknis bersama. Pengawasan juga dilakukan melalui patroli siber oleh tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) ESDM, termasuk penelusuran potensi celah pada situs terkait dan pemantauan aktivitas anomali.
“Sampai saat ini belum ditemukan indikasi adanya kebocoran data yang bersifat rahasia atau sensitif. Namun proses monitoring dan investigasi teknis tetap terus berjalan sebagai bentuk kehati-hatian,” ujar Anggia.
Kabar dugaan kebocoran data ini pertama kali muncul dari unggahan akun X @DayliDarkWeb. Akun tersebut menyebut data yang beredar mencakup catatan distributor, informasi distribusi BBM, data operasional dan komersial, serta dokumen yang diduga terkait semester kedua 2025. Namun akun yang sama menegaskan keaslian data belum diverifikasi, asal-usul data tidak jelas, dan tidak ada konfirmasi resmi dari otoritas Indonesia.


