Yaman – Kelompok Houthi menyatakan Arab Saudi telah melancarkan 760 serangan udara ke Yaman sejak eskalasi konflik meningkat, Senin (21/9/2026). Houthi juga mengancam akan membalas dengan kekuatan lebih besar.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan, dalam 24 jam terakhir pesawat tempur Saudi melancarkan 28 serangan udara. Serangan itu disebut menggunakan jet F-15 dan Eurofighter Typhoon yang beroperasi dari pangkalan udara Khamis Mushait dan Taif, dengan sasaran wilayah Ta’iz, al-Jawf, dan Ma’rib. Serangan tersebut menambah total serangan udara Saudi menjadi 760 kali sejak eskalasi dimulai.
Juru Bicara Pemerintah Sanaa, yakni pemerintahan Houthi di Yaman, Omar Al-Bukaiti memperingatkan bahwa serangan yang terus berlanjut terhadap sasaran sipil akan memicu respons Yaman yang lebih kuat.
“Serangan berkelanjutan Arab Saudi akan membawa konsekuensi berat bagi Riyadh,” kata Al-Bukaiti. Ia menegaskan pasukannya akan merespons dengan kemampuan terkuat dan tidak ragu menyerang target-target Saudi untuk mencegah agresi lebih lanjut.
Al-Bukaiti menyebut serangan Saudi melanggar kedaulatan Yaman dan menuding pesawat Saudi menyasar wilayah sipil di ibu kota Sana’a. Ia juga membantah klaim Saudi bahwa pasukan Yaman menyerang Kota Suci Makkah dan menyebut tuduhan itu bohong.
Di tengah eskalasi tersebut, Houthi mengklaim telah merebut Gunung al-Aghbarah di Provinsi Lahij yang menghadap Selat Bab al-Mandab. Kelompok itu juga menyatakan telah mendorong mundur kelompok bersenjata Yaman yang didukung Saudi dari sejumlah wilayah pesisir, termasuk pelabuhan strategis al-Mokha dan beberapa pulau di kawasan tersebut.


