Batam — Pemerintah Kota Batam mulai melaksanakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan Batam Tahap 1 pada tahun 2026. Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan jalan penghubung antara Kecamatan Sei Beduk dan Kecamatan Nongsa dengan total panjang sekitar 9,94 kilometer.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan pembangunan tahap pertama difokuskan pada ruas Sei Pancur–Kampung Bagan.
“Tahun ini Jalan Lingkar Selatan Batam mulai dikerjakan. Fokus tahap awal berada di ruas Sei Pancur menuju Kampung Bagan,” kata Metra, Selasa (16/6/2026).
Menurut Metra, Pemko Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan tahap awal tersebut. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan saat ini telah berjalan di sebagian ruas yang direncanakan.
Selain pelaksanaan konstruksi, Pemko Batam juga tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk keseluruhan proyek guna mendukung pelaksanaan pembangunan pada tahapan berikutnya.
Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Batam direncanakan menggunakan skema tahun jamak (multi-years) dengan target penyelesaian pada 2029.
Berdasarkan perencanaan, proyek tersebut dibagi menjadi tiga seksi. Seksi I meliputi ruas Simpang Sungai Pancur–Kampung Bagan sepanjang 3,62 kilometer. Seksi II mencakup ruas Kampung Bagan–Simpang Teluk Lengung sepanjang 2,25 kilometer, termasuk pembangunan jembatan sepanjang 50 meter. Sementara Seksi III menghubungkan Simpang Teluk Lengung hingga Simpang Jasinta Punggur sepanjang 4,09 kilometer.
Total kebutuhan anggaran proyek diperkirakan mencapai Rp130,78 miliar.
Menurut Metra, jalan tersebut dirancang untuk menjadi jalur alternatif yang menghubungkan sejumlah kawasan di bagian selatan Kota Batam. Keberadaan ruas baru itu diharapkan dapat mendukung konektivitas antarwilayah serta distribusi transportasi di Kota Batam.
“Jalan ini akan menghubungkan kawasan Sei Beduk, Teluk Lengung, Kabil hingga Nongsa sehingga menjadi salah satu alternatif akses bagi masyarakat,” ujarnya.


