Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak pernah menjanjikan kontribusi dana sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp17 triliun) dalam skema pendanaan Board of Peace (BoP) untuk rekonstruksi Gaza. Pernyataan itu muncul menyusul pemberitaan sejumlah media asing yang menyebut sebaliknya.
Hal tersebut dikonfirmasi melalui laporan kantor berita Malaysia, Bernama, bertajuk “Indonesia Made No US$1 Bln Commitment To BoP, Says Prabowo”. Channel News Asia turut memberitakan klarifikasi itu dalam artikel “Prabowo says Indonesia never pledged US$1 billion to Board of Peace, reaffirms peacekeeper role”, seraya menyoroti pentingnya pernyataan tersebut untuk meredam kekhawatiran domestik terkait tekanan terhadap APBN.
Indonesia juga tercatat tidak hadir dalam pertemuan donor pendiri BoP di Washington pada 19 Februari 2026 — forum yang menghasilkan komitmen global senilai 17 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai langkah Prabowo bukan sekadar klarifikasi teknis. “Ini soal bagaimana Indonesia tidak mau didikte dalam skema global yang berpotensi membebani fiskal, tetapi tetap hadir sebagai kekuatan moral dalam perdamaian,” kata Amir, Kamis (26/3/2026).
Amir menambahkan, sikap itu mencerminkan keseimbangan antara kepentingan domestik dan posisi internasional Indonesia — tidak tunduk pada tekanan, namun juga tidak menarik diri dari peran globalnya.


